Category Archives: Kabar

GP Ansor Jateng menggagas Hukum dan cara berhukum


Gerakan Pemuda Ansor adalah sebuah organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang sudah cukup banyak makan asam garam, rekam jejak sejarah perjuangannya telah tertoreh mengikuti perjalanan bangsa ini mulai dari perjuangan melawan kolonialisme hingga berpartisipasi secara nyata didalam mengisi kemerdekaan dalam rangka mencapai tujuan bernegara yaitu melindungi segenap tumpah darah bangsa, mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan berbangsa.

GP Ansor yang berdiri pada tanggal 24 April 1934 adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) karenanya didalam proses pergerakannya linier dengan Harokah NU yaitu mempertahan idiologi negara Pancasila dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

Dari aspek Aqidah maka GP Ansor juga Istiqomah untuk menjadi garda terdepan untuk mengusung Aqidah Aswaja yang merupakan konsep aqidah yang jelas dengan dilandasi pada dalil-dalil yang qath’i sehingga keshahihanya bisa dipertanggung jawabkan, adapun salah satu konsep yang terkandung dalam ajaran Aswaja yaitu, tawasuth, tasamuh, tawazun, dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Dalam rangka berpartisipasi membantu program pemerintah terkait dengan problematika hukum maka GP Ansor telah membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang berjenjang disetiap struktur kepengurusan dan untuk Kepengurusan di tingkat Wilayah DPW Jawa Tengah maka LBH GP Ansor Jawa Tengah telah secara masif melakukan berbagai program kerja salah satunya adalah membentuk kepengurusan ditingkat Cabang Kabupaten/ Kota.

GP Ansor Kabupaten Semarang sebagai salah cabang telah terbentuk kepengurusan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dengan kepengurusan yang terdiri dari Para Advokat, para legal dan dari unsur akademisi berlatar belakang ilmu hukum di wilayah Kabupaten Semarang.

Dari diskusi panjang dan telaah yang mendalam maka LBH Ansor Kabupaten Semarang bertekat untuk mengedukasi masyarakat agar kritis pada persoalan hukum, sehingga bisa meminimalkan dampak hukum dengan berbagai permasalahan yang muncul.

Bertolak dari fenomena tentang kesadaran kolektif masyarakat maka esensinya ada berbagai asas kesadaran yang bisa menjadi kerangka acu untuk menata pola agar masyarakat awam bisa memahami apa itu hukum.

Pada kenyataanya oleh masyarakat awam hukum hanya dimaknai ketika mereka menghadapi problem hukum, padahal hukum jauh dari itu yaitu hukum hadir bukan hanya mengatur dan memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar, akan tetapi hukum pada esensinya adalah untuk mencegah terjadinya berbagai pelanggaran karena ringkasnya hukum adalah untuk menciptakan keteraturan agar keberlangsungan hidup bisa terjaga (efek naturan)

Kesadaran untuk berfikir kritis akan menempatkan pemahaman yaitu “hukum untuk manusia – bukan manusia untuk hukum’ (perspektif hukum progresif) sehingga manusia tidak hanya masuk pada pola atas skema skema perangkat peraturan yang labil dan kaku jika hal itu tidak tercapai pemahaman maka manusia menjadi lemah dan pasrah karena menganggap bahwa sesuatu memang sudah ditakdirkan sejak ia belum lahir.

Melihat keadaan yang seperti ini, menjadi sesuatu yang tidak mengherankan jika kemiskinan, penindasan, kekerasan, ketidakadilan, pencemaran lingkungan bahkan korupsi menjadi salah satu penyakit akut yang didera oleh Bangsa ini meski sudah 74 tahun Negara ini merdeka dan berdaulat

Karenanya dibutuhkan kesadaran kritis sampai pada tahap implementasi yaitu “hukum untuk manusia – bukan manusia untuk hukum” dengan paradigma ini maka akan membentuk manusia Indonesia bukan hanya sekedar dimandatkan untuk berbuat baik demi kepentingan pribadi, melainkan juga mengemban misi pembaharuan.

Tatanan social dari penerapan hukum tidak akan berjalan ideal tanpa adanya gerakan pembaharu hukum oleh tangan kreatif, progresif dan militan seperti halnya seorang anak bukan hanya sekedar lahir dengan membawa pewaris gen keluarga, melainkan juga di tuntut untuk melakukan tugas-tugas social dan melawan ketidakadilan.

Selanjutnya dalam tataran kongkrit maka kita melihat masih terdapat potret penegakan hukum di Indonesia yang masih menyisakan problem yang komplek, mulai dari aparat penegak hukum yang tidak profesional dan tidak memiliki integritas didalam mengimplementasikan perangkat nilai dan peraturan perundang-undang, sehingga masyarakat selaku pencari keadilan (yustaible) tidak memperoleh pelayanan dan edukasi hukum sebagaimana hak konstitusionalnya selaku warga negara.

Bertolak dari hal tersebut maka kemudian LBH ANSOR Jawa Tengah melalui LBH Ansor Kabupaten Semarang bertekad untuk menjadi pembaharu bagi hukum dan cara berhukum untuk memberikan pelayanan dan pencerahan bagi masyarakat pencari keadilan.

Semoga Allah SWT Meridloi

Lahul Fatihah

Sofyan Mohammad (Ketua LPBHNU Salatiga)

PCNU Salatiga Gelar Halal Bi Halal, Hadirkan Gus Yusuf dan Pembacaan Pakta Integritas Oleh Calon Anggota DPR Dari PKB

SALATIGA, Ratusan orang mengikuti kegiatan halal bi halal, silaturahmi dan syukuran kebangsaan, di Aulia Resto, JLS Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Minggu (30/6/2019) malam. Acara ini digelar oleh pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Salatiga.Dalam acara, diisi tausiyah oleh KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) API Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Para peserta yang hadir mencapai 750 orang, dari pengurus NU Kota Salatiga, lembaga dan badan otonom PCNU Kota Salatiga, kader penggerak PCNU Kota Salatiga, perwakilan PWNU Jateng, pengurus dan kader PKB Kota Salatiga, caleg terpilih PKB Kota Salatiga serta seluruh jajaran Forkompinda Kota Salatiga.

Ketua PCNU Kota Salatiga, H Zaenuri mengatakan, bahwa  tujuan kegiatan ini adalah untuk Halal Bi Halal yang dikemas dengan silaturrahmi sekaligus tasyakuran PCNU Kota Salatiga atas sukses terselenggaranya Pemilu 2019 dengan baik dan aman. Selain itu, syukuran dengan terpilihnya ulama NU yaitu KH Prof Dr Makruf Amien sebagai Wakil Presiden, untuk mendampingi Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

“Selain itu, PCNU Kota Salatiga merasa bersyukur atas terpilihnya 4 orang kader penggerak NU yang menjadi caleg terpilih melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Salatiga. Harapannya, keempat kader NU yang terpilih menjadi anggpta DPRD Kota Salatiga itu, ke depan dapat menyalurkan aspirasi perjuangan NU dalam upaya membangun Kota Salatiga,” jelas H Zaenuri.

Ditambahkan, bahwa acara ini juga sekaligus sebagai media silaturrahmi dan konsolidasi bagi kader / pengurus PCNU dengan kader / pengurus PKB Kota Salatiga. Ini dilakukan, agar tetap terjalin secara solid dan militan dengan meneguhkan Ukhuwah Annahdliyah, Ukhuwah Islamiyyah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Basyariah. Kedepan, antara NU dan PKB Kota Salatiga dapat saling bersinergi untuk berjuang memajukan kesejahteraan, kedamaian dan kemajuan umat khususnya bagi warga masyarakat Kota Salatiga.

“Harapannya, antara NU dan PKB Salatiga dapat saling bersinergi dan tetap menjadi pelopor garda terdepan didalam memanifestasikan komitmen kebangsaan yaitu penjaga tegaknya Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,” tandasnya.

Dalam acara ini,dibacaakan juga beberapa janji atau intergritas dari empat calon DPR PKB (M.Saiful mashud,Muhamad Miftah, M.Basirin,Fathoni).Salah satu isi integritas itu adalah:
1.Akan menjalankan tugas sebagai anggota  legislatif dengan penuh semangat,tanggung jawab,kejujuran dan keiklasan demi tetap tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2.Akan bekerja dengan cermat,teliti,penuh kehati-hatian,dan menghindarkan diri dari perbuatan korupsi,kolusi,dan nepotisme serta perbuatan tercela lainnya demi terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat Salatiga.
3.Akan selalu berusaha memperjuangkan aspirasi Nahdlatul Ulama dalam mengembangkan/memakmurkan tempat ibadah,kesejahteraan umat,dan kemajuan pendidikan dalam wujud pemenuhan fasilitas pendidikan serta kesejahteraan guru/ustadz -ustadz.
4.Akan Selalu berusaha mengembangkan siraturohmi dengan para Ulama dan tokoh masyarakat untuk menjaga ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah an Nadliyah,serta solidaritas Nu dan PKB .
5.Akan selalu berusaha menjadi pelopor persatuan dan kesatuan dinmasyarakatbkota Salatiga yang serba majemuk untuk kejayaan Salatiga.

Sumber: http://www.harian7.com/2019/07/pcnu-salatiga-gelar-halal-bi-halal.html, http://www.matalensanews.com/2019/06/halal-bhihalal-pcnu-kota-salatiga-dan.html.

Multaqo Ulama Ajak Umat Jaga Stabilitas Keamanan Negara Usai Pemilu 2019

JAKARTA – Ribuan Kiai, Habaib, dan Cendekiawan Muslim menghadiri Multaqo Ulama di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019) malam. Dalam rekomendasinya, Multaqo Ulama mengajak umat Islam untuk menjaga stabilitas keamanan dan menghindari aksi-aksi inskontitusional pasca Pemilu 2019.

Dai kondang, KH Manarul Hidayat yang membacakan rekomendasi mengatakan, stabilitas keamanan sangat erat hubungannya dengan keimanan. Ketika keimanan lenyap, keamanan akan tergoncang. “Karena itu, umat Islam berkewajiban ikut terus aktif dan proaktif menjaga keamanan negara,” kata Kiai Manarul.

Semenatara itu, Jubir Multaqo Ustaz M Najih Arromadloni mengatakan, para ulama, habaib, dan cendekiawan muslim perlu terus menjadi garda terdepan dalam membangun baldatun tayyibatun wa rabun ghafur. Jika dikaitkan dengan permasalahan pemilu, ulil amrinya adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, dan Mahkamah Kontitusi (MK).

Menurutnya, seluruh umat Islam wajib taat kepada keputusan KPU, Bawaslu dan MK jika menyangkut masalah hasil pemilu. Karena mereka adalah lembaga negara yang diberi wewenang berdasarkan UU untuk menyelenggrakan pemilu dan mengumumkan hasilnya.

Untuk itu, sebaiknya umat Islam menghindari tindakan yang mengarah kepada bughat. “Ketaatan di sini bisa bermakna teguh menempuh jalur konstitusional. Prinsip ketaatan ini untuk menjaga kelangsungan sistem sosial agar tidak terjadi anarki,” ucapnya.

Pascapemilu dan menyambut bulan suci Ramadhan, Najih menyampaikan beberapa poin penting dari Multaqo Alim Ulama hari ini. Multaqo Alim Ulama mengimbau kepada umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan, perdamaian, dan situasi yang kondusif, dengan mengedepankan persamaan sebagai ummat manusia yang saling bersaudara satu sama lain, daripada menonjolkan perbedaan yang bersifat kontra produktif.

“Sehingga, kita selama dan sesudah Ramadhan akan mampu menjalankan ibadah dengan kualitas yang lebih baik, disertai keberkahan dari Allah SWT,” bebernya.

Selain itu, mengajak seluruh ummat islam di Indonesia untuk menghindari dan menangkal aksi-aksi provokasi. Selain itu, multaqo juga mengajak seluruh ummat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional. “Hal tersebut akan sangat mengganggu berlangsungnya ibadah di bulan suci Ramadhan, bahkan dapat menghilangkan pahala berpuasa di bulan Ramadhan yang dilipatgandakan oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Multaqo ini diinisiasi dan dihadiri oleh ulama sepuh KH Maimoen Zubair dan Habib Lutfi bin Yahya yang dihadiri 1.500 orang peserta dari para ulama sepuh, berbagai ormas, para habaib, para cendekiawan muslim. Hadir juga sejumlah tokoh ulama di antaranya Ketua PBNU Prof Dr Said Aqil Siraj, TGB Turmudi Badarudin, dan KH Anwar Iskandar. Disertai juga diskusi panel dari para cendekiawan muslim seperti Prof Dr Nasaruddin Umar, Prof Maskuri Abdulillah, KH Masdar F Mas’udi, dan Habib Salim Jindan, yang dimoderatori Najib Burhani. Sumber https://nasional.sindonews.com/read/1401210/12/multaqo-ulama-ajak-umat-jaga-stabilitas-keamanan-negara-usai-pemilu-2019-1556892533

Gandeng PBNU, KPK Gelar Pesantren Kader Penggerak NU Antikorupsi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam-PBNU) menyelenggarakan Pesantren Kader Penggerak NU Antikorupsi.

Kegiatan dibuka oleh Penasihat KPK, Budi Santoso dan Ustadz Idris Masudi (Lakpesdam-PBNU). Kegiatan berlangsung selama 3 hari penuh, 24 – 26 April 2019 pukul 09.00 – 17.00 WIB bertempat di Auditorium Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jl. HR Rasuna Said Kav C1, Jakarta Selatan.

Kegiatan diikuti oleh 50 orang Dai dari total 214 pendaftar. Ke-50 orang Dai tersebut berasal dari wilayah Jabodetabek, berusia rentang 18 – 35 tahun. Sebelumnya, peserta harus melalui proses pendaftaran dan seleksi. Peserta juga diwajibkan membuat esay tentang antikorupsi

“Kegiatan dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang antikorupsi. KPK memandang peran Da’i sebagai tokoh agama dan panutan masyarakat khususnya umat muslim sangat penting,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/4/2019).

Melalui kegiatan dakwah ini, kata Febri, para Dai diharapkan dapat menyisipkan konten dan pesan-pesan antikorupsi yang akan mendorong peningkatan kesadaran dan pemahaman antikorupsi di masyarakat.

Febri juga menjelaskan, selama 3 hari peserta dibekali materi dari para narasumber terkait korupsi dan modus operandi, membangun integritas kader NU, strategi pencegahan korupsi, community development dan advokasi dalam dakwah Islamiah, serta partisipasi publik

“Selain itu, peserta juga akan didampingi menyusun rencana aksi yang akan diimplementasi pasca mengikuti pesantren kader penggerak NU antikorupsi angkatan 1 ini,” jelasnya.

Beberapa narasumber yang dilibatkan antara lain Pakar Ekonomi UGM Rimawan Pradiptyo,Pakar Hukum Pidana UI Ganjar Laksmana Bonaprapta, Pegiat Antikorupsi Alissa Qotrunada Munawaroh, dan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan.

Sumber https://nasional.sindonews.com/read/1398584/13/gandeng-pbnu-kpk-gelar-pesantren-kader-penggerak-nu-antikorupsi-1556110554

Kapolsek Argomulyo Hadiri Pelantikan Pengurus MWC NU Kec. Argomulyo

Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas aman dan kondusif, meningkatkan sinergitas kemitraan, Kapolsek Argomulyo Polres Salatiga AKP Mochamad Zazid SH MH bersama Personil Piket Fungsi, menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Argomulyo di MAJELIS WAKIL CABANG ( MWC) NAHDHATUL ULAMA KEC ARGOMULYO Tahun 2018 – 2013 bertempat di Halaman Masjid Al Baiti Isep isep Kel Cebongan Kec Argomulyo Kota Salatiga, pada Jumat tanggal 05/10/2018.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Syuriah PCNU Sonwani Ridwan, Kepala Kesbangpol, Agung, Pimpinan Ponpes Sunan Giri KH Muslimin, Lurah Cebongan Drs Sururi, Pengurus PCNU Kota Salatiga dan tamu undangan lebih kurang dua ratus orang.

Dalam sambutannya Ketua Panitia Zaenal menyampaikan terimaksih atas kehadiran dan peran sertanya seluruh yang hadir dalam kegiatan tersebut, selanjutnya kami sebagai Ketua panitia dalam rangka Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Kec Argomulyo apabila ada kekurangan mohon maaf yang sebesar besarnya.

dalam memberikan tempat atau suguhan kurang berken kami mohon maaf sebesar besarnya. Kegiatan tersebut dihadiri dan disaksikan oleh segenap pengurus PWNU dan tamu undangan yang hadir dan diakhiri dengan Tausiah oleh KH Maghfur dari Petak Susukan Kab.Semarang.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan SIK MH MIK melalui Kapolsek Argomulyo menyampikan selamat atas Pelantikan Pengurus MWC NU Periode 2018 – 2023 Kecamatan Argomulyo, kedepan semoga silaturahmi dan sinergitas mampu dipertahankan dan ditingkatkan, khususnya menjelang Pemilu 2019 untuk bersama menjaga iklim politik dan kamtibmas tetap sejuk aman dan kondusif, tegas AKP Mochamad Zazid SH MH.

Sumber https://humas.polri.go.id/download/kapolsek-argomulyo-hadiri-pelantikan-pengurus-mwc-nu-kec-argomulyo/

(Humas Polres Salatiga Polda Jateng)

Berpulang, Ketua PC Lakpesdam NU Salatiga

Innalillaahi wa Inna Ilayhi Raaji’uun. Ketua Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kota Salatiga, Mohammad Akbar meninggal dunia pada Selasa (6/2/18) pukul 04.00 di Rumah Sakit Puri Asih Salatiga. Akbar meninggal setelah sempat mengalami koma beberapa jam.

Di kalangan aktivis sosial, kiprah almarhum sangatlah terasa. Terutama dalam upaya menjaga kerukunan di kalangan umat beragama. Itu dilakukannya bersama dengan sejawatnya di lembaga Percik Salatiga selain PC Lakpesdam tentunya.

Akbar terlibat dalam pelbagai upaya untuk menjaga harmoni di Salatiga yang kerap digadang sebagai “Indonesia Mini.” Dalam sebuah diskusi yang digelar akhir tahun kemarin, Akbar mulai merasa bahwa Salatiga terasa agak sesak. “Ketika menjadi mahasiswa di tahun 1990-an saya merasa Salatiga itu sangat sejuk, tetapi akhir-akhir ini mulai ada perbedaan yang saya rasakan,” terangnya.

Ia tidak memungkiri kalau tantangan dalam menjaga kebhinekaan di Salatiga itu ada dan terus akan hadir dalam pelbagai bentuknya.

Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Agama UKSW Salatiga itu kemudian menginisiasi terbentuknya berbagai wadah berkumpulnya pemuka-pemuka agama muda dari kalangan lintas agama. Salah satu yang sangat aktif hingga sekarang adalah KITA Famili yang kepanjangan dari Komunitas-Forum Agamawan Muda Lintas Iman.

Mereka menggelar pelbagai kegiatan baik yang yang bersifat formal (diskusi, seminar dan lainnya) atau informal seperti mengunjungi dan mengenali rumah ibadah dan lain sebagainya. Akbar bisa disebut sebagai duta nahdliyyin Salatiga untuk menguatkan fondasi kerukunan masyarakat Salatiga yang multikultural tersebut.

Sekretaris Pengurus Wilayah Lakpesdam NU Jawa Tengah, Tedi Kholiludin turut menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam. “Saya sangat kehilangan. Dalam beberapa bulan terakhir, saya dan beliau berkomunikasi dengan sangat intens. PW dan PC Lakpesdam Salatiga beberapa kali mengadakan kegiatan bersama. Akhir tahun lalu ada diskusi pembuka untuk rencana sebuah riset. Tetapi Allah memiliki rencana yang terbaik untuk Mas Akbar,” kata Tedi.

Sebagai pribadi yang memiliki minat kajian dan gerakan yang kurang lebih sama, ia dan Akbar sering  terlibat dalam forum bersama. “Saya dan Mas Akbar beberapa kali hadir dalam forum yang sama. Tak heran, karena kami memang memiliki minat isu yang sama. Bahkan studi untuk jurusan yang sama,” terang doktor kajian Sosiologi Agama tersebut.

Salah satu yang menonjol dari Akbar, menurut Tedi, adalah karena Akbar tak pernah lelah untuk belajar. Di usianya yang tak lagi muda, Akbar masih terus semangat mencari ilmu dan memutuskan untuk melanjutkan studi pascasarjana. [Salam/001] Sumberhttps://nujateng.com/2018/02/berpulang-ketua-pc-lakpesdam-nu-salatiga/

KH Zaenuri Kembali Pimpin PCNU Salatiga

SALATIGA – Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang NU Kota Salatiga di Pondok Pesantren Al Falah Grogol, Kecamatan Sidomukti, Minggu (28/10) sore, akhirnya memutuskan memilih kembali KH Zaenuri sebagai ketua Tanfidziyah PCNU Kota Salatiga Periode 2013-2018 dan KH Sonwasi sebagai Rois Syuriah.

Konfercab yang dihadiri Wawali Muh Haris dan dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Muhammad Muzamil tersebut, juga membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Muhammad Muzamil mengatakan PCNU Kota Salatiga harus mampu menyinkronkan program kegiatan sesuai dengan hasil Muktamar NU dan Konferensi Wilayah NU Jateng.

Program tersebut di antaranya penguatan kapasitas warga NU dan pengurus, agar berguna bagi masyarakat.

Lalu program peningkatan di bidang pendidikan, program dakwah, dan yang terpenting adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat.

”Kondisi ekonomi saat ini yang tidak menentu perlu penguatan ketahanan ekonomi masyarakat. NU harus berperan aktif di bidang tersebut,” kata Muzamil.

Menurutnya, pengurus PCNU Kota Salatiga yang terpilih harus mampu menjabarkan program-program tersebut.

Setelah terpilih kembali, KH Zaenuri mengungkapkan terima kasih atas kepercayaan kembali pada dirinya, memimpin PCNU Kota Salatiga.

Diakuinya tantangan sangat berat, tetapi demi NU, NKRI, dan Pancasila, Zaenuri menyatakan siap melaksanakan amanat yang diberikan kepadanya.

Sementara itu Ketua Pelaksaan Konfercab, KH Muslikh menjelaskan, konfercab tersebut juga membahas berbagai persoalan yang ada di masyarakat dalam sidang komisi.

Persoalan yang dibahas di antaranya, soal jual beli online dan traksaksi uang digital. Bagaimana fiqih menyikapi jual beli online?

Jual beli online dinyatakan sah apabila sebelum transaksi kedua belah pihak sudah melihat barang yang diperjualbelikan.

Telah dijelaskan baik sifat maupun jenis barang, serta memenuhi syarat dan rukun jual beli lainnya.

Kemudian menurut fiqih, status uang elektronik adalah alat transkasi yagn sah layaknya uang fisik, sebab berisikan nominal uang yang tersimpan pada lembaga keuangan yang menerbikan. (H2-61)

Sumber https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/139882/zaenuri-kembali-pimpin-pcnu-salatiga

PCNU Salatiga Safari Ziarah Makam Ulama

SALATIGA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan warga NU Kota Salatiga menggelar Safari Ziarah ke sejumlah makam ulama di beberapa tempat di Kota Salatiga, Rabu (1/5). Safari Ziarah tersebut dipimpin langsung Ketua PCNU Kota Salatiga, KH Zaenuri, dan diikuti sejumlah kiai. Setidaknya ada tujuh makam yang diziarah, yakni Makam Kauman, Makam Dipomenggalan Pulutan, Makam Hasan Maarif Kecandran, Makam Zahid Ngandong, Makam Mbah Jangkungan, Makam Mbah Munajat Tingkir Tengah, dan Makam Mbah Wahid Tingkir Lor.
Sekretaris PCNU Kota Salatiga Muslikh mengatakan, safari ziarah tersebut bertujuan untuk mendoakan tokoh muslim di Kota Salatiga, yang selama ini telah berjasa bagi perkembangan Islam dan NU. ”Kegiatan safari ziarah, merupakan pelaksanaan program PCNU Kota Salatiga,” kata Muslikh.
Safari ziarah merupakan tradisi rutin PCNU Kota Salatiga menyambut Ramadan. Kegiatan itu juga bertujuan sebagai ungkapan syukur atas kemenangan Capres Jokowi dan Ma’ruf Amin. Adapun kegiatan ziarah sesuai dengan rukun jam’iyah NU, di mana ada lima yakni syahadah, fiqroh, amaliyah, haroqah, dan siyasah. Ziarah tersebut merupakan pelaksanaan rukun ketiga yakni amaliyah. ”Puncak acara safari ziarah berlangsung di Makam Mbah Wahid, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir Salatiga. Setelah doa digelar syukuran dan bancaan atau makan bersama dipimpin KH Zaenuri dan KH Sonwasi Ridwan,” ungkap Muslikh.
Mbah Wahid diketahui merupakan sesepuh Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di makam tersebut, semasa masa hidup, Gus Dur dan sejumlah ulama kerap melakukan ziarah. Makam yang berada di daerah perbukitan tersebut, kerap dikunjungi warga untuk mendoakan almarhum. (H2-68)

Sumber https://suaramerdeka.news/pcnu-salatiga-safari-ziarah-makam-ulama/

PBNU Bersyukur Pemilu Berjalan Damai, Minta Semua Pihak Menunggu KPU

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengucapkan syukur atas keberhasilan Indonesia melaksanakan Pemilu 2019 dengan aman. Menurut dia, Indonesia sudah dewasa dalam berbangsa dan bernegara.

“Hari ini, sengaja PBNU mengadakan syukuran. Mengucap syukur kepada Allah, bahwa bangsa Indonesia telah berhasil dan sukses melaksanakan Pileg dan Pilpres pada 17 April dengan aman,” kata Said di kantor PBNU, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Dia melihat, Indonesia yang mayoritasnya umat muslim mampu menjalani demokrasi dengan baik. Dan ini mempertegas keduanya tak bisa dipertentangkan.

“Ini saling memperkuat. Karena itu bagi kita sistem demokrasi sudah menjadi pilihan yang terbaik dalam berbangsa dan bernegara,” tutur Said.

NU, kata Said, menyampaikan rasa syukur karena melalui Pemilu 2019, masyarakat Indonesia bisa menunjukkan ke dunia internasional, bahwa Islam di Indonesia bisa membangun kebudayaan, dan membangun sistem demokrasi yang baik, aman, dan lancar.

Dia juga meminta semua pihak, khususnya warga Nahdliyin agar bersabar menunggu hasil rekapitulasi suara, yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019. PBNU juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang melaksanakan Pemilu dengan aman dan damai.

“Agar semua pihak sabar menunggu putusan resmi KPU. Kita memohon kepada Allah dan kita tetap mampu mengatasi masalah. Di sana sini ada ancaman katanya ada people power tapi kita punya Allah, Rasulullah, Insyaallah semuanya tidak terjadi,” pungkas Said.

Sumber https://www.liputan6.com/pilpres/read/3947784/pbnu-bersyukur-pemilu-berjalan-damai-minta-semua-pihak-menunggu-kpu

Ketua PBNU Imbau Masyarakat Tak Lakukan Gerakan Inkonstitusional

SKetua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengimbau kepada masyarakat khususnya warga NU agar tidak melakukan gerakan yang inkonstitusional. Said Aqil juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang menyukseskan Pemilu 2019.

“Saya mengimbau kepada seluruh saudara-saudaraku sebangsa setanah air wabil khusus warga Nahdatul Ulama tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang inkonstitusional menggangu stabilitas keamanan dan ketenangan kita sebagai bangsa yang bermartabat berbudaya bangsa berakhlakul karimah,” ujar Said Aqil kepada wartawan saat ditemui di kediaman Alim Markus di Jalan Embong Tanjung.

Said Aqil juga berharap agar semua pihak bisa menerima hasil Pemilu 2019 dengan dewasa. Sebab menurutnya apapun hasilnya dunia internasional memandang Indonesia sebagai negara mayoritas Islam dan berdemokrasi.

“Kami mohon semuanya agar menerima dengan besar hati, menerima dengan dewasa apapun hasilnya nanti dari pemilihan yang baru saja kita laksanakan. Dunia internasional memandang kita sebagai bangsa yang mayoritas beragama islam dan berdemokrasi. Islam dan demokrasi ternyata tidak bertentangan. Namun saling memperkuat. Islam bisa diperkuat dengan demokrasi. Demokrasi bisa berjalan dengan nilai-nilai islam yang universal,” kata Said Aqil. Sumber https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4517136/said-aqil-imbau-masyarakat-tak-lakukan-gerakan-inkonstitusional?_ga=2.192102370.933168249.1557210777-770914963.1555289362